Senin, 11 November 2013

terimakasih :)

 
Pelangi setelah hujan?
Apakah akan selalu ada?
Sejatinya seperti rumput yang terkena embun setelah turunnya hujan..
Mempelajari berbagai hal, perasaan , keadaan ..
Ingin memperbaharui perasaan ini , tetap pada orang yang sama tapi kesan yang berbeda, yang dulu hanya 5 warna , kini berwarna warni berbagai macam perasaan yang ingin aku ukir sampai berbekas hingga nanti .
Jatuh berkali kali pada orang yang sama, sangat amat menguji perasaan ini, menguji kedewasaan, keadaan yang silih berganti tak sama .
Aku tersenyum , membuka kembali catatan harian yang sudah berumur itu. Kini sosok ‘orang yang sama ‘ itu benar benar terjadi , benar benar ada disampingku , dihadapanku , dan selalu ada di sekitarku .
Sosok yang membuat aku terus meyakini bahwa , tuhan selalu memberikan jalan bagi orang yang terus berusaha , dan benar- benar memperjuangkan apa yang ia inginkan.
Dia adalah suamiku.
Setelah berbagai macam perjalanan kami tempuh , akhirnya hati kami berlabuh secara serempak pada tanggal 10 maret, 2 tahun yang lalu .
Tuhan amat sangat baik, rencananya sangat penuh dengan berbagai tanda tanya yang selalu aku munculkan .
Mendapatkan sosok lelaki yang hebat , yang selalu menyayangi dan menatap aku penuh rasa sayang .
Entah apa yang membuat kami bertahan lama , entah do’a tau usaha kami , yang jelas allah sangat amat berandil dalam bersatunya kami.


“hey , sudah malam , kenapa kamu belum tidur ?” tanyanya sambil mengusap rambutku .
Aku hanya tersenyum, dan memegang tangannya erat , “  aku sangat bersyukur, memiliki stok perasaan yang tak ada habisnya untukmu “ .
“boleh aku mencubit pipimu? , seperti remaja saja , gombal di malam hari “ ujarnya jahil
“ sungguh , kau membuatku jengkel saja, aku itu sungguhan tauk ! “ balasku kesal.
Aku tarik seluruh selimut dan tak menyisakan untuknya , huh mengganggu suasana saja !
“hahahahaha, tetep yah sensi mu tak hilang-hilang, aku hanya bercanda sayang , tak ku balas pun , kau pun tahu kan isi disini ?” sambil menunjuk ke arah dadanya.
Aku diam tak bergeming .
“hey dear ..”
“.................”
Dia tarik selimutku dengan sedikit paksa,
Membalikkan tubuhku yang pura-pura manyun.
“wah , ibu ibu jaman sekarang yah, tidur pun mukanya harus di manyun manyunin segala , ckckc”
Ia mencubit pipiku, dan aku merasakan sakit yang mengaharuskanku membuka mata .
“apa?” tanyaku kesal
“love you more , honey.. , pengisi masa hidupku, “
Sambil mencium keningku ia meneteskan air mata , suami yang amat sangat cengeng !
“harus aku ulangi berapa kali, kalau hati ini sangat amat bahagia bisa mengisi sebagian hidup bersamamu “
Aku tersenyum dan ..
Waktunya tidur !