Selasa, 10 Desember 2013

10

 
MARET? ya, Maret !

ini awal maret?
ini? awal bulan yang selalu kutunggu, tapi tak ingin kulewati, tak sanggup.
aku terlanjur menyukai tanggal 10, setiap bulan..
tapi lebih teristimewa dibulan Maret ini...

3 tahun yang lalu tepatnya.
aku setengah tak percaya saat membuka akun jejaring sosial facebook, tiba-tiba ada satu pesan yang membuatku penasaran, ternyata dari Ikhsan.
kubaca perlahan, tak mengerti maksud isi pesan tersebut.
lalu aku balasa dengan komentar yang sama sekali tidak sesuai dengan isi pesan itu.
"kamu kemana aja dari dulu? ,aku suka nya sama Rama"
komenku polos.

sekarang aku baru mengerti, karena ketidak mengertiannya Ikhsan akan cara menyatakan cinta, ternyata itu adalah cara ia menyatakan cinta kepada perempuan. ternyata, aku adalah perempuan pertama yang membuatnya seperti itu.
"dari sejak SMP, aku gak kenal perempuan, aku baru ngerasain pas SMA, pas kamu pindah sekolah, dan ninggalin aku, juga perasaanku"
hatiku meleleh , mendengar kepolosan Ikhsan. seharusnya aku beruntung ternyata hanya aku perempuan yang dapat membuatnya seperti itu.
"pas sekalinya ngerasain suka sama perempuan , malah perempuannya ninggalin aku" ujarnya.
aku merutuk dalam hati 'yee suruh siapa telat bilangnya'
dia tertawa. wajahnya tetap seperti yang dulu , hanya saja postur tubuhnya lebih tegap dan lebih tinggi.
aku tersipu memandangnya.

dan sekarang.., di tahun ke-3 setelah ia menyatakan, aku baru sadar bahwa aku tak bisa berpaling dengan siapapun.
kemudian ia berkata " tahu ga Dir?, aku udah buntu buat nyari orang lain, udah ada nama kamu yang jelas selama ini. tapi itu semua kembali ke kamunya"
aku menatap Ikhsan, lama sekali, mencoba mencerna kata demi kata yang meluncur dari bibir Ikhsan.
mencoba kembali ke alam sadar bahwa aku sedang tidak bermimpi.
"yaudah, aku tetep nunggu kamu, sampai tahu endingnya gimana"
aku menelan ludah, tercekat.
dengan mudahnya Ikhsan berkata seperti itu.

Senin, 11 November 2013

terimakasih :)

 
Pelangi setelah hujan?
Apakah akan selalu ada?
Sejatinya seperti rumput yang terkena embun setelah turunnya hujan..
Mempelajari berbagai hal, perasaan , keadaan ..
Ingin memperbaharui perasaan ini , tetap pada orang yang sama tapi kesan yang berbeda, yang dulu hanya 5 warna , kini berwarna warni berbagai macam perasaan yang ingin aku ukir sampai berbekas hingga nanti .
Jatuh berkali kali pada orang yang sama, sangat amat menguji perasaan ini, menguji kedewasaan, keadaan yang silih berganti tak sama .
Aku tersenyum , membuka kembali catatan harian yang sudah berumur itu. Kini sosok ‘orang yang sama ‘ itu benar benar terjadi , benar benar ada disampingku , dihadapanku , dan selalu ada di sekitarku .
Sosok yang membuat aku terus meyakini bahwa , tuhan selalu memberikan jalan bagi orang yang terus berusaha , dan benar- benar memperjuangkan apa yang ia inginkan.
Dia adalah suamiku.
Setelah berbagai macam perjalanan kami tempuh , akhirnya hati kami berlabuh secara serempak pada tanggal 10 maret, 2 tahun yang lalu .
Tuhan amat sangat baik, rencananya sangat penuh dengan berbagai tanda tanya yang selalu aku munculkan .
Mendapatkan sosok lelaki yang hebat , yang selalu menyayangi dan menatap aku penuh rasa sayang .
Entah apa yang membuat kami bertahan lama , entah do’a tau usaha kami , yang jelas allah sangat amat berandil dalam bersatunya kami.


“hey , sudah malam , kenapa kamu belum tidur ?” tanyanya sambil mengusap rambutku .
Aku hanya tersenyum, dan memegang tangannya erat , “  aku sangat bersyukur, memiliki stok perasaan yang tak ada habisnya untukmu “ .
“boleh aku mencubit pipimu? , seperti remaja saja , gombal di malam hari “ ujarnya jahil
“ sungguh , kau membuatku jengkel saja, aku itu sungguhan tauk ! “ balasku kesal.
Aku tarik seluruh selimut dan tak menyisakan untuknya , huh mengganggu suasana saja !
“hahahahaha, tetep yah sensi mu tak hilang-hilang, aku hanya bercanda sayang , tak ku balas pun , kau pun tahu kan isi disini ?” sambil menunjuk ke arah dadanya.
Aku diam tak bergeming .
“hey dear ..”
“.................”
Dia tarik selimutku dengan sedikit paksa,
Membalikkan tubuhku yang pura-pura manyun.
“wah , ibu ibu jaman sekarang yah, tidur pun mukanya harus di manyun manyunin segala , ckckc”
Ia mencubit pipiku, dan aku merasakan sakit yang mengaharuskanku membuka mata .
“apa?” tanyaku kesal
“love you more , honey.. , pengisi masa hidupku, “
Sambil mencium keningku ia meneteskan air mata , suami yang amat sangat cengeng !
“harus aku ulangi berapa kali, kalau hati ini sangat amat bahagia bisa mengisi sebagian hidup bersamamu “
Aku tersenyum dan ..
Waktunya tidur !

Rabu, 23 Oktober 2013

nyaman ...

 
zona nyaman ?
apakah itu?
yang kutau kini kau kembali menawarkan rasa itu kembali, mengembalikan segenap rasa yang pernah hadir , yang pernah aku rasakan, dulu.

zona nyaman?
sebenarnya aku ingin pergi dari zona nyaman ini, ini bukan diriku, aku takut , aku takut terlalu larut didalamnya, sampai aku tak bisa keluar lagi.

dan sekarang, kau menyandarkanku pada zona nyaman ini, lagi.
jangan tawarkan lagi aku harapan, jika sampai saat ini aku masih pilu jika mengingat kesakitan yang amat sangat itu...