Kulirik jam disamping pintu , jarum jam telah menunjukkan
pukul 0:57 .
Entahlah, walau aku tau, tidur yang baik seorang manusia itu
harus kurang dari pukul sebelas malam. Tetapi kali ini, Rasanya tak ingin aku
merebahkan diri di kasur yang telah lama menantiku.
Ada perasaan tak enak sebenarnya, entahlah. Ada perasaan
yang mengganjal di lubuk hati ini, terlebih ketika semuanya telah jelas
dihadapanku , entah aku yang membuatnya rumit atau .. entahlah ..
Rasanya aku manusia paling tak bisa menempatkan sesuatu
tanpa memakai perasaan.
Ya allah..
Apakah kau sudah bosan mendengar ocehan yang keluar dari
mulutku ini?
Ketika praktek dan teori aku lakukan dan diucapkan kepada
engkau, tidaklah berselaras?
Serasa lumuran dosa ini sangat susah untuk dibersihkan
Ingin aku menangis sejadi2nya menuju Engkau
Hingga mata yang tak berguna ini tanggal sampai tak mampu
menangis lagi
Ya allah...
Tegurlah aku dengan caramu yang memiliki rahasia tak
terduga.
Aku lalai, walau aku tahu kain kafan sedang ditenun untukku
..
Ya allah..
Rasanya aku malu harus tidur dan membiarkan diri ini terus
menerus dalam lumuran dosa..
Ya allah
Ampuni, ampuni,
Ingin aku pulang, memeluk kedua orangtuaku ..
Meminta maaf terhadap
orang2 yang telah aku sakiti, yang aku telah berprasangka buruk kepada mereka.
Biarlah malam ini , laptop dan suara televisi menjadi saksi.
Atas perasaan yang mengganjal dan menyakitkan ini.
